Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018
DIRIMU KENDURI DAN PASAR MALAMKU Bisakah waktu diputar kembali? Silam tersisa, menyulam hati yang koyak ketika redup lilin menyirnakan bayangmu Oh Jakarta, Ada masa ketika pasar malamku ramai, Namun berakhir pada malam sepi menyanyi sunyi Bukan tak ada pembeli, melainkan kepergianmu yang membuat pedagangku enggan berjualan Maklum, di pasar malamku kami tak mencari laba rugi Bagi kami hadirmu adalah kenduri Wajahmu adalah candu Senyummu bias-bias pelangi senja Hujan Meredupkan lilin Sebuah janur liar tumbuh dari tanah-tanah yang basah Menggusur wilayah pasar malamku Pasar malamku kini tak bersisa, jasadmu terkubur masaku sisa kenduriku hanya ingatan-ingatan dulu 2017

Senja dan Cermin

Senja merah menyala Pertanda malam hampir tiba Rombongan bocah berangkat mengaji Meneriakkan al-fatihah sesuka hati Dupa menyala dari balik jendela senja Menyulut ingatan dari balik cermin Semua yang berlalu bias menjingga Karena malam akan menjadi dingin