DIRIMU KENDURI DAN PASAR MALAMKU
Bisakah waktu diputar kembali?
Silam tersisa, menyulam hati yang koyak ketika redup lilin menyirnakan bayangmu
Oh Jakarta,
Ada masa ketika pasar malamku ramai,
Namun berakhir pada malam sepi menyanyi sunyi
Bukan tak ada pembeli, melainkan kepergianmu yang membuat pedagangku enggan berjualan
Maklum, di pasar malamku kami tak mencari laba rugi
Bagi kami hadirmu adalah kenduri
Wajahmu adalah candu
Senyummu bias-bias pelangi senja
Hujan Meredupkan lilin
Sebuah janur liar tumbuh dari tanah-tanah yang basah
Menggusur wilayah pasar malamku
Pasar malamku kini tak bersisa, jasadmu terkubur masaku
sisa kenduriku hanya ingatan-ingatan dulu
2017
Bisakah waktu diputar kembali?
Silam tersisa, menyulam hati yang koyak ketika redup lilin menyirnakan bayangmu
Oh Jakarta,
Ada masa ketika pasar malamku ramai,
Namun berakhir pada malam sepi menyanyi sunyi
Bukan tak ada pembeli, melainkan kepergianmu yang membuat pedagangku enggan berjualan
Maklum, di pasar malamku kami tak mencari laba rugi
Bagi kami hadirmu adalah kenduri
Wajahmu adalah candu
Senyummu bias-bias pelangi senja
Hujan Meredupkan lilin
Sebuah janur liar tumbuh dari tanah-tanah yang basah
Menggusur wilayah pasar malamku
Pasar malamku kini tak bersisa, jasadmu terkubur masaku
sisa kenduriku hanya ingatan-ingatan dulu
2017
Komentar
Posting Komentar