Di tengah riuhnya klaim menjunjung adab, kita sering menyaksikan ironi: praktik feodalisme justru makin dilanggengkan. Ini menciptakan sebuah pertanyaan mendasar: ketika kita menyerukan "dahulukan adab sebelum ilmu", sebenarnya apa yang ingin kita tanamkan pada masyarakat, khususnya di dunia pendidikan Indonesia? Apakah benar-benar adab yang memuliakan, atau justru feodalisme yang terselubung untuk mengontrol manusia? Mari kita bedah perbedaannya: Adab adalah tentang kemuliaan perilaku yang lahir dari kerendahan hati, empati, dan kesadaran akan martabat setiap individu. Dalam konteks pendidikan, adab berarti menghargai guru, sesama siswa, dan staf sekolah tanpa memandang status. Ini juga mencakup menghormati perbedaan pendapat dalam diskusi kelas, tidak merendahkan teman yang kurang mampu, atau berlaku jujur dalam ujian. Adab tidak mengenal kasta atau hierarki; ia mendorong kesopanan dan rasa hormat yang setara untuk semua. Adab menciptakan ruang dialog yang sehat, di mana ...
Pelajar dan Pembelajar