Sebagai pengumpul sertifikat sejak mahasiswa 😂, dari sekian sertifikat, sertifikat inilah yang bahan dasarnya keliatan paling murah. Tapi konten acaranya ga murahan. Acara ini dulu diadakan oleh salah satu UKM UIN, Teater Syahid. Topiknya sederhana dan ga berat-berat juga. Namun, masih relevan untuk anak muda sampai 50 tahun ke depan. kenapa? hayo kenapa! 😂 jawabannya ialah karena topiknya sangat realistis "the Fans and the Idol", siapa idolamu? dan apa yang dicari? Hubungan antara idola dan fans itu bersifat motivasional. Kita semua tahu, ketika seseorang memiliki idola setidaknya ada obsesi untuk memiliki kesamaan dengannya. Seorang fans juga memiliki motif untuk mencapai tujuan yang setidaknya dekat dengan kondisi sang idola. Saya memiliki seorang teman yang ngefans banget sama artis-artis Korea sejak dulu. bahkan sepertinya dia terobsesi dengan "negeri ginseng" tersebut sampai-sampai les bahasa Korea. Saya punya perkiraan bahwa dia punya mimpi buat ke Korea. Kalau memang benar begitu berarti tujuan dari motifnya jelas "pergi ke korea". Kalau nasib teman saya sedang mujur mungkin bisa dapet "side job" jadi "translator". Berarti peran idolanya memberikan kontribusi yang baik buat dirinya. Tapi ada juga lho peran idola yang ga baik buat fansnya. ada? beneran ada kok! beberapa waktu lalu saya iseng cek Youtube yang menjadi "trending" judulnya "Meet and Greet Karawang". Konten acara ini mempertemukan antara para Muser dengan fansnya. buat yang belum tahu apa sih muser itu? Muser itu adalah pengguna aplikasi dari Musically dan Tiktok. Kerjaan dari para muser yakni merekam video dengan berbagai gaya dengan latar lagu favoritnya. udah gitu doang? lha emang begitu doang! kok banyak fansnya? saya juga ga tau. okey, saya balik ke konten youtube tersebut. Seperti telah saya kemukakan sebelumnya, bahwa ada obsesi seorang fans terhadap idolanya. obsesi fans dalam konteks ini dilampiaskan dengan mengikuti "Meet and Greet" tersebut. Namun, apa yang didapatkan dari Meet and Greet berbayar "cukup lumayan mahal" ini? ternyata tidak menghasilkan apa-apa selain foto selfie bareng idolanya. Selain itu, saya dengar ada fans yang mengancam orang tuanya untuk tidak sekolah jika tidak mendapat uang untuk registrasi di acara itu. Sungguh miris efek yang ditimbulkan dari hubungan antara fans dengan idolanya itu. Oleh karena itu, kiranya penting buat kita dalam menentukan idola. Tetapkan tujuan anda, lalu carilah orang yang paling sukses di bidangnya. Misalnya saya ingin menjadi sastrawan, tentu saya akan mencari tulisan-tulisan sastrawan paling keren, meskipun buku-bukunya cuma pinjam. Atau saya ingin kaya raya, tentu saya akan menonton seminar finansial dari orang-orang sukses di Indonesia meskipun cuma di Youtube. beberapa orang itu yang akan menjadi "panutanqu". Yaps, seseorang perlu memiliki idola yang "benar-benar keren" dalam hidupnya. Sekian.
Saya akan menyampaikan laporan hasil observasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Objek yang diobservasi adalah belalang anggrek. Pertama-tama, saya akan menyampaikan informasi umum terkait dengan belalang anggrek. Belalang anggrek atau Hymenopus Coronatus adalah salah satu jenis belalang sentadu atau belalang sembah yang hidup di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara lainnya. Seperti namanya, belalang ini memiliki bentuk dan warna yang menyerupai bunga anggrek. Pada bagian berikutnya, saya akan menjelaskan ciri khas belalang anggrek yang terdiri atas bagian tubuh, bentuk tubuh, makanan, dan daur hidupnya. Bagian tubuh belalang anggrek terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen. Di bagian kepala terdapat mata majemuk, mulut, dan dua buah antena seperti benang. Seperti jenis belalang sentadu lainnya, kepala belalang anggrek dapat berputar 360 derajat. Di bagian toraks terdapat tiga pasang kaki. Kaki depan belalang anggrek yang panjang dan kuat dilengkapi dengan duri dan capit. Belal...
Komentar
Posting Komentar